Pages

MOTO

Primanet Cangkring, Ikut Berpartisipasi dalam Dunia Pendidikan
Showing posts with label Kilas Sejarah. Show all posts
Showing posts with label Kilas Sejarah. Show all posts

Thursday, 5 October 2017

BIODATA WALI SONGO

BIODATA SINGKAT WALI SONGO






1.    SUNAN GRESIK (Maulana Malik Ibrahim)
       


 
 - Nama Asli Adalah Maulana Malik Ibrahim
  - Lahir Di Samarkhan ( Asia Tengah )
  - Awal Abad 14
  - Keturunan Ke 10 Dari Husaen/Cucu Nabi Muhammad Saw.
  - Wafat Pada Tahun 1419 Masehi
  - Makam Didesa Gapuro Wetan Kota Gresik Jawa Timur
  - Menurut Keterangan Beliau Keturunan Ke 22 Dari Nabi Muhammad Saw
  - Merupakan Wali Songo Tertua/Pertama
  - Memiliki 3 Istri Yaitu :
    1. Siti Fathimah Binti Ali - 2 Anak
    2. Siti Maryam Binti Syaikh Subakir - 4 Anak
    3. Wan Jamilah Binti Ibrahim - 2 Anak


2.   SUNAN AMPEL (Raden Rahmat)


 
- Nama asli Raden Rahmad
- Lahir dichampa ( Kamboja )
- 1401 masehi
- Wafat 1481 masehi
- Makam disebelah barat masjid sunan ampel kota surabaya-jawa timur
- Keturunan Ke 19 Nabi Muhammad
- Beliau Yang Mengenalkan Istilah Molimo 
   ( Moh Main,Moh Ngombe,Moh maling,Moh Madat,Moh Madon )
- Memiliki Istri 2 Yaitu;;
   1. Dewi Condrowati/Nyai Ageng Manila Binti Arya Teja - 6 Anak 
   2. Dewi Karimah Binti Ki Kembang Kuning - 6 Anak

- Nama Asli Raden Makdum Ibrahim
- Lahir Tahun 1465 Masehi
- Wafat Tahun1525 Masehi
- Makam Tuban - Jawa Timur
- Keturunan Ke 23 Dari Nabi Muhammad Saw.
- Pengarang Tembang Tombo Ati


4.  SUNAN DRAJAD (
Raden Qasim)

 
- Nama Asli Raden Qasim
- Lahir Tahun1470 Masehi
- Wafat Tahun 1522 Masehi
- Makam Didesa Drajad,Lamongan-Jawa Timur
- Keturunan Ke 23 Dari Nabi Muhammad Saw
- Pencipta Tembang macapat pangkur.


5.  SUNAN KUDUS (
Ja`Far Sodiq)



 
- Nama Asli Ja`Far Sodiq
- Wafat
5 Mei 1550 Masehi / 958 Hijriyah
- Makam Di Kota Kudus,- Jawa Tengah
- Keturunan Ke 24 Dari Nabi Muhammad Saw
- Pernah Menjadi Panglima Perang Kerajaan Demak


6.  SUNAN GIRI (
Raden Paku/Raden Ainul Yaqin.)

- Nama asli Raden Paku/Raden Ainul Yaqin.
- Lahir Tahun 1442 Masehi
- Wafat Tahun 1506 Masehi
- Makam Didesa Giri.Kebomas.Gresik-Jawa Timur
- Keturunan Ke23 Dari Nabi Muhammad Saw
- Pencipta mainan cublak-cublak suweng



7.  SUNAN KALIJAGA (
Raden Said)

 

  - Nama Asli Adalah Raden Said
  - Lahir Tahun1450 M
  - Wafatnya Tidak Da Sumber Yg Menyebutkan.
  - Makam Di Desa Kadilangu,Demak -Jawa Tengah
  - Media Dakwah Wayang Dan Suluk
  - Pencipta Lagu Lir- Ilir Dan Gundul'' Pacul.
  - Memiliki Istri 3 Yaitu;;
     1. Dewi Saroh Binti Maulana Ishaq
     2. Syarifah Zaenab Binti Syekh Siti Jenar
     3. Ratu Kano Kediri Binti Raja Kediri


8.   SUNAN MURIA (
Raden Umar Said)

 
- Nama Asli Raden Umar Said
- Lahir Dan Wafatnya Tidak Ada Sumber Yang Sahih Menyebutkannya
- Makam Gunung Muria Desacelo,Kudus Jawa Tengah
- Keturunan Sunan Kalijaga
- Isti Dewi Sujinah
- Terkenal Sangat Dekat Denagan Rakyat Jelata


9.  SUNAN GUNUNG JATI (
Syarif Hidayatulloh)


 
- Nama asli Syarif Hidayatulloh
- Lahir tahun 1448/1450 m
- Wafat tahun 1569 m
- Makam Gunung Sembung desa Astana Kec.Gunung Jati, Cirebon- Jawa barat.
- Keterangan yang lain menyebutkan beliau keturunan ke 23 dari nabi muhammad.

SELAMAT BELAJAR
Semoga bermanfa`at

Wednesday, 22 March 2017

MASJID BERSEJARAH



10 Masjid Bersejarah Di Indonesia
Sepuluh Masjid Bersejarah di Indonesia yang patut dikunjungi di Bulan Ramadhan. Salah satu alternatif wisata Ramadhan untuk para traveller adalah mengunjungi masjid-masjid bersejarah di Indonesia. Meski banyak sekali masjid yang sudah lama berdiri dan penuh dengan sejarah, TripTrus menyajikan sepuluh masjid yang paling terkenal di Indonesia.

1. Masjid Raya Baiturrahman


Masjid yang dibangun oleh Sultan Iskandar Muda pada tahun 1612. Ada juga yang mengatakan bahwa masjid ini dibangun di tahun 1292 oleh Sultain Alaidin Mahmudsyah. Pada zaman penjajahan Belanda, masjid ini sempat dihancurkan di tahun 1873. Namun Belanda memutuskan untuk membangun kembali masjid ini di tahun 1877, sebagai permintaan maaf atas dirusaknya bangunan masjid yang lama. Pembangunan kembali masjid baru mulai dilaksanakan pada tahun 1879. Masjid ini selesai dibangun pada tahun 1883 dan tetap berdiri hingga sekarang. Pada saat bencana Tsunami di tahun 2004, Masjid Raya Baiturrahman tidak mengalami kerusakan sedikitpun dan jadi tempat mengungsi para korban gelombang Tsunami terbesar di dunia itu.

2. Masjid Raya Medan


Masjid yang juga dikenal dengan nama Masjid Al-Mashun ini dibangun pada tahun 1906 dan selesai pada tahun 1909 oleh Sultan Ma’mum Al Rasyid Perkasa Alam. Kemegahan masjid ini memang disengajakan oleh Sultan, yang menganggap masjid ini harus lebih megah dari istananya, Istana Maimun. Sebagian bahan bangunan untuk masjid ini diimpor dari luar negeri, seperti marmer untuk dekorasi diimpor dari Italia dan Jerman, dan kaca patri dari Cina, dan lampu gantung dari Prancis. Arsitek Belanda yang merancang masjid ini, JA Tingdeman merancang bangunan ini dengan corak bangunan Maroko, Eropa, Melayu, dan Timur Tengah.


3. Masjid Raya Ganting


Menurut sejarah, masjid ini awalnya dibangun pada tahun 1700. Namun bangunannya beberapa kali dipindah sampa pada akhirnya berada di daerah Ganting, kota Padang, Sumatra Barat mulai tahun 1805. Atapnya yang berbentuk persegi delapan itu dibuat oleh para pekerja etnis Cina yang membantu mengembangkan bangunan ini, setelah Belanda menambahkan bangunan masjid ini sebagai kompensasi digunakannya tanah wakaf untuk jalur transportasi pabrik semen Indarung ke Pelabuhan Teluk Bayur. Masjid ini juga tetap kokoh dan tidak mengalami kerusakan pada saat dilanda gempa dan Tsunami di tahun 1833. Presiden Pertama Indonesia, Bung Karno, juga pernah mengungsi ke masjid ini sebelum diasingkan ke Bengkulu di tahun 1942.


4. Masjid Istiqlal


Masjid terbesar di Asia Tenggara ini diprakarsai oleh Bung Karno pada tahun 1951. Diarsiteki Frederich Silaban, masjid ini baru mulai dibangun pada tahun 1961 dan merampungkan pembangunannya pada tahun 1978. Nama masjid ini diambil dari bahasa Arab yang berarti “Kemerdekaan.” Bangunan yang ditetapkan sebagai masjid negara Indonesia ini menjadi pusat perayaan berbagai acara agama umat Muslim seperti Iedul Fitri, Iedul Adha, Maulid Nabi Muhammad, dan Isra’ Mi’raj. Masjid ini mampu menampung hingga 200 ribu jamaah yang bisa memenuhi satu lantai dasar dan lima lantai di atasnya.  Masjid Istiqlal dibangun di atas reruntuhan bekas benteng Belanda, benteng Prins Frederik – yang didirikan pada tahun 1873.


5. Masjid Agung Banten


Masjid dengan atap bangunan yang menyerupai pagoda ini dibangun oleh arsitek Cina bernama Tjek Ban Tjut pada masa pemerintahan sultan pertama dari Kesultanan Banten, Sultan Maulana Hasanuddin, putra dari Sunan Gunung Jati di tahun 1560. Di sisi utara dan selatan masjid ini terdapat makam kuno para sultan Banten dan keluarganya. Sementara, menara masjid yang tingginya 24 meter, terdapat di sisi timur dan menjadi atraksi bagi para wisatawan karena keunikan bentuk bangunannya. Menara itu dibangun oleh arsitek Belanda, Hendrik Lucasz Cardeel. Cardeel juga membangun bangunan khusus di sisi selatan masjid yang dulu digunakan sebagai tempat bermusyawarah dan berdiskusi.



6. Masjid Agung Cirebon


Masjid yang juga dikenal dengan nama Masjid Agung Kasepuhan dan Masjid Agung Sang Cipta Rasa ini diprakarsai pembangunannya oleh Sunan Gunung Jati dan diarsiteki oleh Sunan Kalijaga. Masjid ini selesai dibangun pada tahun 1480, di masa penyebaran agama Islam oleh Wali Songo. Berlokasi di kompleks Keraton Kasepuhan Cirebon, Jawa Barat, masjid ini mempunyai keunikan berupa sembilan pintu untuk masuk ke ruangan utama, yang melambangkan Wali Songo. Di bulan Ramadhan, sumur air Banyu Cis Sang Cipta Rasa selalu ramai dikunjungi oleh peziarah yang meyakini air dari sumur itu mampu mengobati berbagai penyakit. Masjid Agung Cirebon juga dikenal dengan nama Masjid Sunan Gunung Jati.


7. Masjid Menara Kudus

Sunan Kudus mendirikan masjid di kota Kudus pada tahun 1549 dengan menggunakan batu pertama dari Baitul Maqdis, dari Palestina. Bentuk menara yang mirip dengan bentuk candi menunjukkan percampuran pengaruh agama Hindu dan Budha, seperti cara Sunan Kudus menyampaikan ajaran agama Islam agar lebih mudah dimengerti oleh penganut agama Hindu dan Budha pada masa itu. Menara masjid ini dibangun tanpa menggunakan semen sebagai perekatnya dan dihiasi oleh 32 piring biru yang berhiaskan lukisan.


8. Masjid Agung Demak



Raden Patah, raja pertama dari Kesultanan Demak, beserta para Wali Songo mendirikan masjid ini di tahun 1466. Masjid Agung Demak diselesaikan pembangunannya pada tahun 1479. Bangunan induk masjid ini ditopang oleh empat tiang utama yang bernama saka guru. Uniknya, salah satu dari tiang utama tersebut terbuat dari serpihan kayu, dan dinamakan saka latal. Di samping masjid ini terdapat Museum Masjid Agung Demak yang menampilkan berbagai koleksi unik masjid, seperti beduk dan kentongan yang dibuat oleh Wali Songo, kitab tafsir Al-Qur’an Jus 15-30 tulisan tangan Sunan Bonang, sepotong kayu dari saka latal yang diambil oleh Sunan Kalijaga, dan lain-lain.


9. Masjid Sunan Ampel

Di tahun 1421, Sunan Ampel bersama dua sahabatnya, yang dikenal dengan Mbah Sholeh dan Mbah Sonhaji, mendirikan Masjid Ampel. Bangunan seluas kurang lebih 2 km persegi itu memiliki keunikan berupa 16 tiang kayu setinggi 17 meter dengan diameter 60 cm. Tiang-tiang dari kayu jati itu tidak terbuat dari sambungan kayu dan sampai sekarang tidak diketahui bagaimana cara mendirikan tiang tersebut. Kawasan Wisata Religi Sunan Ampel, lokasi Masjid Sunan Ampel, tiap harinya dipenuhi oleh wisatawan yang berziarah ke makam Sunan Ampel di sekitar halaman masjid. Di kompleks pemakaman masjid itu juga terdapat makam salah satu pahlawan nasional, KH Mas Mansyur.


10. Masjid Kotagede

Di Yogyakarta, selain Masjid Agung Kauman, juga terkenal Masjid Kotagede. Masjid Kotagede adalah masjid tertua di Yogyakarta, yang didirikan oleh Sultan Agung, pemimpin kerajaan Mataram, pada tahun 1640. Bangunan ini dikerjakan dengan bergotong-royong melibatkan pekerja beragama Hindu dan Budha, sehingga terlihat pengaruh bangunan Hindu dan Budha pada masjid ini. Awalnya, Masjid Kotagede hanya seluas 100 meter persegi, namun Paku Buwono X memperluas bangunan masjid ini hinga mencapai 1.000 meter persegi. Di bulan Ramadhan, Masjid Kotagede punya keunikan berupa sholat tarawih yang dilakukan pada saat jam 24.00.